Cerita Ceriti Kehidupan

Macam-macam ada…

Archive for the ‘Tazkirah’


Gempabumi…September 30th, 2009

I was in the office when it happened, mula-mula ingatkan pening since I was the only one terasa, bangun looked around, colleague yang ada semua macam tak der apa2, dok bercakap. So I sat down again, rasa lagi, bangun balik. Dia orang macam tak der aper2 ajer…I sat down again dan teruskan kerja, pening kot! Then bunyi bising, one of the colleague said, Turun, turun gempa..lar patutlah!!!

This is not the first time that I felt the earthquake! I think it was 3 or 4 years back, I was sleeping at home when I felt the bed swaying! Seram rasa mula-mulanya, dalam fikiran ada gangguan ‘hantu’! Ku baca jer apa yang teringat, tapi makin galak katil bergoyang. Then I heard bising2 kat luar, terus bangun then I saw things aroud me were swaying….Masa tu ingat satu jer, dah nak mati ker ni? Inikah masanya? Beginikan penyudahnya kehidupan ku di dunia? … Airmata bercucuran, I was alone at that time..Bangun, sarung jubah dan pakai tudung, ikut turun melalui tangga with my handphone.

Bila sampai bawah, ramai dah penduduk berkumpul, ada yg with baju tidur, ada yg without selipar..me? berpakaian lengkap! Anyway after that experience, dalam 2, 3 hari jugaklah airmata tergenang bila bercerita pengalaman tu…

Things happened for reasons right? Sometimes Allah has warned us, kita tak realized pun until those things happened. I received this email yang mengaitkan those earthquakes with Al Quran verses…Here it goes…:

Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur?an!? demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur?an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:

17.16 (QS. Al Israa? ayat 16):

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. ?

17.58 (QS. Al Israa? ayat 58):

Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya) , melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).?

8.52 (QS. Al Anfaal: 52):

(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir?aun dan pengikut-pengikutny a serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya. ?
 
sumber; eramuslim
 
Perlakuan buruk manusia mengundang bala/ bencana terjadi

 Adakah bala dan ujian Allah datang tanpa dijemput? Pernahkah kita mengangkat kedua-dua tapak tangan ke langit untuk memohon bala dan ujian Allah SWT? Mestilah kita katakan tidak pernah. Hakikatnya, kita menjemput bala Allah tanpa disedari. Kita menyeru bala Allah dengan membanyakkan zina, menyebarkan budaya minum arak, memperkayakan kehidupan dengan mata pencarian haram, meninggalkan arahan Allah, melakukan segala larangan Allah, budaya keseronokan (hiburan) dan pembuangan bayi menyebabkan turunnya bala dan ujian Allah, sedangkan kita tidak menyedarinya.

Sebenarnya kita hanya diberi bala dan ujian yang kecil Allah jika dibandingkan bala Allah kepada Kaum Ad, Thamud, kaum Nuh, kaum Hud dan umat terdahulu sehingga mereka tidak meninggalkan generasi sehingga hari ini.

Firman Allah yang bermaksud, “Dan apa jua yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan (atau bala bencana) maka ia adalah disebabkan oleh apa yang kamu lakukan (perbuatan salah dan berdosa) dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian daripada dosa kamu.” (As-Syura: 30)


Sabda Rasulullah SAW: “Tidak menghalang sesuatu kaum itu daripada mengeluarkan harta melainkan mereka menghalang langit daripada menurunkan hujan, kalaulah tidak kerana binatang (di muka bumi) nescaya langit pasti tidak menurunkan hujan selama-lamanya. “

Maksud hadis, daripada Ali bin Abi Thalib r.a., Rasullulah s.a.w. bersabda: “Apabila umatku membuat 15 perkara, maka bala pasti akan turun kepada mereka, iaitu:
·  Apabila harta negara hanya beredar kepada orang tertentu.
·  Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan. 
·  Zakat dijadikan hutang.
·  Suami turut kehendak isteri.
·  Anak derhaka kepada ibunya.
·  Anak lebih baik terhadap kawan.
·  Anak suka menjauhkan diri daripada ayah.
·  Suara ditinggikan di dalam masjid.
·  Ketua kaum adalah yang terhina di antara mereka.
·  Seseorang dimuliakan kerana ditakuti kejahatannya.
·  Arak diminum di merata tempat.
·  Kain sutera banyak dipakai oleh lelaki.
·  Artis jadi pujaan.
·  Muzik banyak dimainkan.

While you are sleeping…

I got this article from a friend. Heemmm, made me looked back of how many times that I did fall asleep without actually prepared to sleep. Tertiduuur… Fortunately those were not the last nites!!!One more thing, we need to be gratefull for a nice peaceful sleep as we don’t know when the ‘nikmat’ of sleeping will be taken away!!

Ok, next is the article I was babling about….

Do you know what happens when you sleep??

Allah says in the Quran:

It is Allah that takes the souls (of men) at death; and those that die not (He takes) during their sleep: those on whom He has passed the decree of death, He keeps back (from returning to life), but the rest He sends (to their bodies) for a term appointed. Verily in his are signs for those who reflect.
Quran, Chapter 39 verse 42

This means:

Every time you sleep, Allah takes your souls, amongst many other souls he takes during sleeping. Then Allah decides who is going to be given another chance. For those who are blessed with another chance, Allah will permit their souls to go back to their bodies, the rest he keeps back from returning to life i.e.they die.

This means:

Each time you go to bed you should never be sure you will get up again, you ONLY have 50% chance for coming back to life.

This means:

Each time you go to bed you should be prepared for your hereafter.

This means:

When you wake up the next day you should appreciate how lucky (blessed) you are. And say ‘Blessed be the One(Allah) who returned my soul to my body, and granted me another chance’. This is what the prophet PBUH used to say after waking up. This means: when you wake up the next day you should make sure you utilize the new day as much as you can before sleep time comes; the new day you are living could be the last chance you are given!

This means:

You should try to make sure you recite sura AL-MULK (chapter 67) before sleeping, because the prophet PBUH promised that one
who reads this sura before sleeping is saved from the punishment of the grave. May Allah forgive us all and bless us with a happy life in this dunya and the hereafter.

Aameen.

Khusyu’ dalam solat

Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk
solatnya. Namun, dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk
dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya,
demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk.

Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam
dan bertanya, “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?”

Hatim berkata, “Apabila masuk waktu solat, aku berwudhu’ zahir dan batin.”

Isam bertanya, “Bagaimana wudhu’ zahir dan batin itu?”

Hatim berkata, “Wudhu’ zahir sebagaimana biasa iaitu membasuh semua anggota wudhu’ dengan air”.

Sementara wudhu’ batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-
* Bertaubat
* Menyesali dosa yang telah dilakukan
* Tidak tergila-gilakan dunia
* Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya’)
* Tinggalkan sifat berbangga
* Tinggalkan sifat khianat dan menipu
* Meninggalkan sifat dengki.

Seterusnya Hatim berkata, “Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat.

Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan:
1.aku sedang berhadapan dengan Allah,
2..Syurga di sebelah kananku,
3.Neraka di sebelah kiriku,
4.Malaikat Maut berada di belakangku, dan
5.aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Siratal mustaqim’ dan
menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhir bagiku,
kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.”

“Setiap bacaan dan doa didalam solat, aku faham maknanya kemudian aku
rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh
pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat
selama 30 tahun.”

Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya
yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Cleansing of the HEART

For a long time I treated my heart

Like a big trash can

Filled with vain desires

Like a pagan’s Kabah

Filled with idols

             Now I have emptied my heart

             Cleansed it inside and out

             Polished it all around

             For the new resident to come

             And live forever

 No one lives here any more

I have kicked everyone out

Neither there is lust

No tempting wealth

Nor false pride

Eyes have dried up

            All sores healed

            No pain no more

            there is no darkness

            Only “light upon light”

            I am sad no more

            I am filled with joy

My beloved has come

To live in my heart            

The new resident of my heart

Is the One who gave me the heart

Gave me feelings and love

Then took it away 

            In my heart now

            He will live forever

            Without any partners

            My heart will beat only for Him

            My lips will sing   

            Only for Him

            Song of “lailahaillAllah”

            There is no God except one God

 ______________________________________________________________________________

Presented at the 8th Annual Convention of International Association of Sufism at Freemont, CA, USA on 3/24/01.  Dr. Athar is on the board of Advisors for I.A.S.

To Masjid 2….

Alhamdulillah last nite we managed to go to Masjid Tabung Haji Kelana Jaya. This is a familiar masjid to me since I used to stay in Kelana Jaya before. We reached there around 8pm and there was a kuliyyah Maghrib. The speaker is a well known religous figure Ustaz Zawawi.

Points to note :

1) Make habit to help people regardless of religion.

Uztaz narated a few hadiths which narates about Khalifahs who like to help his people. One of them is Khalifah Umar Al Khatab who use to help a blind old women by sending food, drinks and medicine to her house every night. If the Khalifah can do such things to help others, who are we not to help our fellow muslims or others who needs help.

Helping people can soften our heart and abstain us from any calamity.

2) Let heart rules our head and not otherwise

‘Khusyuk’  in solat is when our hearts can rule our heads and hence if our hearts are clean they will send clean messages to our heads, but if our hearts are  dirty they will be otherwise.

 Heart remains the center of life and center of responsibility.  According to an authentic saying of Prophet Mohammad, “inside the human body there is a morsel of flesh which if healthy, the whole body is healthy and which if diseased, the whole body is diseased.”  Then he pointed to his heart and said “ this piece of flesh is this heart.”  Thus a sound heart, one which is pure and is clean from all idols, where God resides, gives life to the body. 

We must tame our evil self which otherwise would destroy the kingdom of God.  We must cultivate longing in search for the beloved.  We humans are wired for God and all we have to do is plug ourselves into the electrical outlets and turn the switch on by standing for prayer. 

We must recognize God’s presence within us and with us.  Our hearts will remain restless until they rest in God and as Quran says “ for sure it is in the remembrance of God that the heart finds rest” (13:28) and according to the saying of the Prophet, there is polish for every rust and the polish for the rust of the heart is the remembrance of God. 

Let us keep our hearts clean.   As Abdul Qadir Jilani, Sufi Master of Islam said “Your heart is a polished mirror.  Keep it clean by wiping out the dust which has gathered on it because it is destined to reflect the light of divine secrets. 

If only the lamp of divine secrets is kindled within your innerself then the rest will come.  Then you will see the sun of inner knowledge rising from the horizon of divine reason.”  But in order to attain pure spirituality, we must empty our hearts first to receive God and make it a worth while place for Him to live.

3) Our journey to religous kuliyyah is a mirror of our journey in the here-after..

If we feel difficult to make ourself to take a journey to go to any religious gathering, then we are expected to face difficulty to cross the path of Siratul Mustakim in the here-after. Nauzu billah…

In religous gathering Allah shower his Sakinah to the his servants in the gathering.  Abu Hurairah and Abu Sa`id Al-Khudri (May Allah be pleased with them) reported: The Messenger of Allah (PBUH) said, “When a group of people assemble for the remembrance of Allah, the angels surround them (with their wings), (Allah’s) mercy envelops them, Sakinah, or tranquillity descends upon them and Allah makes a mention of them before those who are near Him.”

Those were the points that I managed to absorbed from the kuliyyah. On our way back, I asked Hubby.. ‘Do you think that it is easy for you to attend any religous gathering nowdays?.. He shooked his head. ‘Do you know why?’.. No answer.. I said again : ‘I think is because our hearts are not clean..” He nodded his head and said, ‘ Yes..the heart has become rusted…’ I stopped right there…

Thank you Allah.

‘Ya Allah, Please forgive me and my husband and shower your blessing and hidayah upon us..’

Ameen….

Sakit itu nikmat???

Saya akan cepat tersentuh bila membaca atau orang bercerita pasal kesakitan. Saya tersentuh membaca entri Pn Roza  dan jugak entri Ayu seorang pesakit cancer adik kepada Pn Roza. Kerana saya tahu bagaimana perasaan orang yang ditimpa penyakit. Lebih-lebih lagi bila penyakit itu diwartakan sebagai tiada ubat dari segi perubatan konvensional.

Untuk menulis pun kolam air mata bergenang! Saya pernah rasa putus asa kerana dah bermacam-macam cuba tapi masih belum jumpa penawarnya, tapi Allah maha penyayang. Didatangkan satu persatu petunjuk dikala saya begitu tertekan dan putus asa. Petunjuk dan hidayah datang dlm berbagai bentuk.

Di suatu hari dikala sakit menyapa saya sejurus saya baru pulang dari umrah dalam Jun 2008, saya amat sedih. Allah tidak makbulkan doa saya ketika disana. Saya sakit lagi. Kawan sepejabat cuba memberi kata semangat, ‘tak per , Allah sayang sungguh kat you ni…’ Saya membalas,’ Dah boring dah dengar tu, saya dah tau tu semua…’

Itu yang keluar dari mulut saya dikala saya begitu terasa sayu, sedih dan putus harap. Saya mengambil pain killer dan terus ke surau kerana saya perlu berehat dalam 1 jam sebelum dapat memulakan kerja semula. Setelah lebih kurang 45 minit, sakit tidak reda. Saya perlu ambik tindakan seterusnya. Saya terpaksa ke klinik utk mengambil suntikan. Begitulah routine saya bila sakit datang. Tambah tertekan kerana saya dlm haidh. Setelah suntikan dan memberitahu suami, saya ke meja semula utk menutup komputer dan mengemas meja untuk pulang. 

Petunjuk pertama :

Saya sempat membaca email yang dihantar oleh sahabat saya… Emailnya mengandungi ini :

Pesana dari email...

Pesanan dari email...

Saya tersedar dari kealpaan saya, Astaghfirullah..siapa saya bersangka buruk dengan Allah. Mungkin Allah merancang sesuatu yang lebih baik utk saya dari kesembuhan yang saya pohon.Saya istighfar byk2.

Petunjuk Kedua :

Setelah suami menghantar saya pulang. Saya tidur dan tidur…Dipendekkan cerita, malam esoknya, hari sabtu mlm ahad. Saya masih dalam kesakitan dan perlu pertolongan pain killer. Saya menonton Cerekarama yg pada ketika itu menayangkan cerita mengenai isteri curang yg Allah timpakan penyakit. Saya tidak ingat tajuk cerita itu.

Dikala ditimpa penyakit itu, bapa saudaranya memberi nasihat. Dan kata-kata bapa saudara wanita itu menusuk saya dan memberi khabar yang sememangnya Allah sangat sayangkan saya. Diantara lain watak itu berkata tentang kesakitan itu penghapus dosa. Ada diantaranys dipetik dari hadis-hadis berikut :

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571). 

Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641). 

Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573). 

Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya”. (HR. Tirmidzi no. 2399, Ahmad II/450, Al-Hakim I/346 dan IV/314, Ibnu Hibban no. 697, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 576).

 Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya”. (HR. Al-Hakim I/348, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Shohih Jami’is Shoghir no.1870).

 Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. (HR. Muslim no. 2572).

 Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”. (HR. Al-Bazzar, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash Shohihah no. 1821). 

Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim no. 2575).

Dikala itu saya merasa seolah-olah watak tersebut berbicara kepada saya. Saya menangis teresak-esak dan terus istighfar lagi…

Petunjuk Ke Tiga ;

Ahad malam pula, saya menonton rancangan ikhtibar dari tanah suci. Masih dalam kesakitan dan bertahan dengan pain killer. Rancangan kali itu berbicara tentang pasangan suami isteri yg sakit ketika menunaikan haji. Diakhir rancangan pesanannya :

1. Allah datangkan penyakit atau musibah sebagai penghapus dosa.

2. Sakit atau musibah itu pemberi pahala :

Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah menyukai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho maka baginya keridhoan, dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan”. (HR. Tirmidzi no. 2396, Ibnu Majah no. 4031, dihasankan Syeikh Albani dalam Shohih Sunan Tirmidzi II/286).

 

 

3. Penyakit itu kifarah kepada dosa silam…

Saya sekali lagi terasa bahawa nasihat itu ditujukan kepada saya…Diwaktu itu saya betul-betul tenang dan redho dengan kesakitan yang Allah beri. Hati saya berkata, bukan senang utk mendapat pahala dan jaminan syurga Allah. Saya perlu bersabar dan bersyukur dgn anugerah Allah ini.

Saya bukan seorang yang kuat ibadat, jadi inilah caranya utk saya mengutip pahala. Tapi saya perlu sabar dan redho…

Saya tidak mengidap penyakit yang boleh dikatakan ‘terminating disease’. Tapi sakitnya cukup mencabar…

Adakah sakit itu akan muncu kembali selepas ini?  Saya telah berusaha berubat, selebihnya urusan Allah. Jika sembuh Alhamdulilllah, jika tidak nanti saya perlu redho. Saya berdoa semuga Allah anugerahkan kesabaran yang tiada batas kepada saya.. September nanti saya tunggu dengan penuh pengharapan dan juga perlu bersedia utk kecewa. Tapi saya tahu Allah maha mengetahui apa yang terbaik buat saya…saya perlu bersangka baik..

Ya Allah Ya Baari’ sembuhkanlah penyakitku ini dan anugerahkan kesihatan yg sempurna utkku dan suami. Ya Allah Ya Rahman Ya Wahab anugerah dan permudahkan aku dan suami utk mendapat zuriat yg sempurna yg dirahmati, diberkati dan dipelihara oleh MU. Ya Allah. Kau mudahkanlah yang sukar bagi kami Kau lenyapkan kedukaan hatiku dan sayu hatiku…

Dalam beberapa hadis Qudsi Allah Azza wa Jalla berfirman :Wahai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridhoan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridhoi pahalamu melainkan surga”. (HR. Ibnu Majah no.1597, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam Shohih Ibnu Majah : I/266).   

Appreciation..

I am still smiling with gratitude!! Thank you Allah, syukran. So happy… Why? Nothing much but it made my day!!

I met my colleague who had just came back from performing umrah in the meeting this afternoon. Well apalagi, salam and embrace her to ambik berkat! After the meeting, we were rushing back to the office to perform solat Asar and while waiting for the lift, I asked her how was her umrah? Her answer made me so happy..

She said, ‘ Alhamdulillah kak, semua ok. Saya kat sana terbayang kat akak jer, sebab akak banyak bagi tips, banyak memudahkan kami’. ‘Oh ya ker?’ I said.’Yer kak, saya siap cakap ngan husband saya..”. Then the lift arrived. So I said bye-bye, see you..

I am so HAPPY that my small contribution had helped her to perform her first umrah.Her appreciation made me feel special…Thanks to the book ‘Travelog Haji: Mengubah Sempadan Iman’, as most of the tips are from the book. I used the book when I went for umrah last year and the tips from the book especially the concept of du’a for everything had made a significant impact on my umrah & ziarah. Thanks to Sis A who had introduced me to this book before I went for umrah last year.

Prof Kamil, the writer of the book, had actually made me use du’a in all my daily chores. That was on of the tips that I told my colleague. Du’a for everything = good hotel, good food, good roomate, good relationship..everything!

Du’a is mukmin’s weapon, so let use our weapon to ease our life here in this world and in the hereafter.. InsyaAllah

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan diakhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan didunia ini dan diakhirat, sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.

Amin…

Thank you Allah..for your kind guidance.

Allah Sayang Wanita..

Setiap wanita;

  • Auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki
  • Perlu meminta izin dari suaminya apabila mahu keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
  • Saksinya kurang berbanding lelaki.
  • Menerima pusaka kurang dari lelaki.
  • Perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
  • Wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu taat pada isterinya.
  • Kena terima hakikat yang Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
  • Kurang dalam beribadat kerana masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.

  Pernahkah kita lihat sebaliknya?? 

  • Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yg tersorok dan selamat. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar bersepah-sepah bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.
  • Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapanya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?
  • Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik peribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk menyara isteri dan anak anak.
  • Wanita perlu bersusah-payah mengandung dan melahirkan anak tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala haiwan, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini dan matinya jika kerana melahirkan adalah syahid kecil. Manakala dosanya diampun ALLAH (dosa kecil).
  • Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita iaitu isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki iaitu suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
  • Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana-mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat sahaja iaitu Sembahyang 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, Taat suaminya dan Menjaga kehormatannya (betulkan jika saya tersilap).
  • Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu
    mengangkat senjata.

 MasyaALLAH… sayangnya ALLAH pada wanita … .kan?

Masa dan Keberkatan….

Ever notice how one person who is so busy but can still manage do so many things in a day, and the other person who is not so busy but when look back only manage to do lesser things in a day?

Today as of many other days before this, I would read Prof Kamil blog, reading thru what he can accomplished in his daily life. I was wondering, how did he manage to do so many good things in a day. And compare to me as an ordinary working executive, what did I manage to do today beside my daily work? Just work!

And furthermore tak cukup waktu kerja utk siapkan kerja sepatutnya sehingga tidak sempat menghadiri ceramah agama yang diadakan hari ini. Saya ingin menghadirinya, tapi dengan kesibukan kerja, saya terlupa. Kenapa saya tidak terpilih untuk berada dalam majlis ilmu yang penuh rahmat dan berkat itu?

Ianya berkaitan dengan keberkatan. Prof Kamil adalah satu contoh dimana hidupnya penuh dengan keberkatan. Bila hidup diberkati, masa kita diberkati, dengan tanpa disedari kita akan banyak ruang waktu untuk berbuat kebaikan.Pintu-pintu rahmat terbuka untu kita kutip, ada ruang waktu untuk berbuat kebaikan atau menghadiri majlis-majlis ibadah. Tapi ini tidak berlaku pada saya hari ini, dapat hidayah kerana memang saya ingin hadir, tapi Allah takdirkan saya lupa….

Sebagai orang Islam, kita perlu mencapai tahap kehidupan yang berkat ini. I need to look back or muhasabah diri untuk memperbaiki my way of life baik dalam ibadah, rumahtangga, kerjaya dan juga hidup bermasyarakat. InsyaAllah, perlu berusaha, berdoa dan bertawaqal…